{"id":8900,"date":"2026-02-15T05:14:37","date_gmt":"2026-02-14T22:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/?p=8900"},"modified":"2026-02-15T05:14:37","modified_gmt":"2026-02-14T22:14:37","slug":"permainan-tradisional-warnai-program-kearifan-lokal-di-min-1-kulon-progo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/2026\/02\/15\/permainan-tradisional-warnai-program-kearifan-lokal-di-min-1-kulon-progo\/","title":{"rendered":"Permainan Tradisional Warnai Program Kearifan Lokal di MIN 1 Kulon Progo"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kulon Progo (MIN1KP)<\/strong> \u2013 MIN 1 Kulon Progo melaksanakan kegiatan penguatan program kearifan lokal pada Kamis (5\/2\/2026). Hal ini bertepatan dengan Kamis Pon. Sehingga seluruh murid mengenakan busana daerah gagrak Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menjaga budaya khas Daerah Istimewa Yogyakarta agar tetap hidup di lingkungan madrasah.<\/p>\n\n\n\n<p>Murid tampil rapi dengan pakaian adat menciptakan nuansa tradisional yang hangat. Tidak hanya sekadar mengenakan busana daerah. Kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan permainan tradisional seperti dakon dan kelereng. Permainan tersebut dipilih karena sederhana dan dekat dengan budaya masyarakat. Sekaligus melatih ketelitian dan kerja sama antarsiswa.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kulonprogo.kemenag.go.id\/index\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-06-at-14.40.46.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-124979\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Guru Bahasa Jawa MIN 1 Kulon Progo, Al Fianita Fauziah, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk menanamkan rasa cinta budaya sejak dini. \u201cAnak-anak sekarang lebih akrab dengan gawai. Jadi lewat kegiatan seperti ini mereka bisa mengenal kembali permainan tradisional yang dulu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu Kepala MIN 1 Kulon Progo, Kasmad Rifangi, M.Pd.I. juga mengapresiasi antusiasme murid. \u201cKami ingin madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik. Tetapi juga ruang untuk merawat budaya dan karakter,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini MIN 1 Kulon Progo berharap murid semakin mengenal akar budayanya sendiri serta bangga menjadi bagian dari Yogyakarta yang kaya tradisi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo (MIN1KP) \u2013 MIN 1 Kulon Progo melaksanakan kegiatan penguatan program kearifan lokal pada Kamis (5\/2\/2026). Hal ini bertepatan dengan Kamis Pon. Sehingga seluruh murid mengenakan busana daerah gagrak Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menjaga budaya khas Daerah Istimewa Yogyakarta agar tetap hidup di lingkungan madrasah. Murid tampil rapi dengan pakaian adat menciptakan nuansa tradisional yang hangat. Tidak hanya sekadar mengenakan busana daerah. Kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan permainan tradisional seperti dakon dan kelereng. Permainan tersebut dipilih karena sederhana dan dekat dengan budaya masyarakat. Sekaligus melatih ketelitian dan kerja sama antarsiswa. Guru Bahasa Jawa MIN 1 Kulon Progo, Al Fianita Fauziah, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk menanamkan rasa cinta budaya sejak dini. \u201cAnak-anak sekarang lebih akrab dengan gawai. Jadi lewat kegiatan seperti ini mereka bisa mengenal kembali permainan tradisional yang dulu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,\u201d ujarnya. Sementara itu Kepala MIN 1 Kulon Progo, Kasmad Rifangi, M.Pd.I. juga mengapresiasi antusiasme murid. \u201cKami ingin madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik. Tetapi juga ruang untuk merawat budaya dan karakter,\u201d katanya. Melalui kegiatan ini MIN 1 Kulon Progo berharap murid semakin mengenal akar budayanya sendiri serta bangga menjadi bagian dari Yogyakarta yang kaya tradisi.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8901,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8900"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8900\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8902,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8900\/revisions\/8902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}