{"id":9289,"date":"2026-04-16T21:50:49","date_gmt":"2026-04-16T14:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/?p=9289"},"modified":"2026-04-16T21:50:49","modified_gmt":"2026-04-16T14:50:49","slug":"min-1-kulon-progo-kenalkan-ungkapan-sehari-hari-lewat-english-class","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/2026\/04\/16\/min-1-kulon-progo-kenalkan-ungkapan-sehari-hari-lewat-english-class\/","title":{"rendered":"MIN 1 Kulon Progo Kenalkan Ungkapan Sehari-hari Lewat English Class"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kulon Progo <\/strong>\u2014 Kegiatan ekstrakurikuler English Class di MIN 1 Kulon Progo terus berjalan dengan suasana belajar yang santai namun tetap fokus. Pada Senin (13\/4\/2026) siswa belajar mengenal dan mempraktikkan ungkapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Seperti cara mengucapkan rasa syukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan ini siswa diajak mengucapkan kalimat sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan dengan cara berulang dan diselingi praktik langsung. Sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat.<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana kelas terlihat hidup. Siswa tampak antusias mencoba mengucapkan ungkapan yang diajarkan. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai terbiasa dan bisa mengucapkannya dengan lancar tanpa ragu.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kulonprogo.kemenag.go.id\/index\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260415-WA0026.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-135939\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Guru ekstrakurikuler, Siti Kholifah, S.Pd. mengatakan bahwa pendekatan sederhana seperti ini memang sengaja dipilih. \u201cKami mulai dari hal yang dekat dengan keseharian siswa. Hal ini supaya mereka lebih mudah memahami dan tidak merasa kesulitan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori. Tetapi juga praktik langsung. \u201cHarapannya siswa tidak hanya tahu, tetapi juga berani menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu siswa kelas V B, Anyssa Shofia Fauziah juga merasakan manfaat kegiatan ini. \u201cBelajarnya seru, jadi lebih berani ngomong pakai bahasa Inggris. Ternyata kalau sering diulang jadi lebih mudah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, meskipun dimulai dari ungkapan sederhana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo \u2014 Kegiatan ekstrakurikuler English Class di MIN 1 Kulon Progo terus berjalan dengan suasana belajar yang santai namun tetap fokus. Pada Senin (13\/4\/2026) siswa belajar mengenal dan mempraktikkan ungkapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Seperti cara mengucapkan rasa syukur. Dalam kegiatan ini siswa diajak mengucapkan kalimat sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan dengan cara berulang dan diselingi praktik langsung. Sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat. Suasana kelas terlihat hidup. Siswa tampak antusias mencoba mengucapkan ungkapan yang diajarkan. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai terbiasa dan bisa mengucapkannya dengan lancar tanpa ragu. Guru ekstrakurikuler, Siti Kholifah, S.Pd. mengatakan bahwa pendekatan sederhana seperti ini memang sengaja dipilih. \u201cKami mulai dari hal yang dekat dengan keseharian siswa. Hal ini supaya mereka lebih mudah memahami dan tidak merasa kesulitan,\u201d ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori. Tetapi juga praktik langsung. \u201cHarapannya siswa tidak hanya tahu, tetapi juga berani menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari,\u201d katanya. Salah satu siswa kelas V B, Anyssa Shofia Fauziah juga merasakan manfaat kegiatan ini. \u201cBelajarnya seru, jadi lebih berani ngomong pakai bahasa Inggris. Ternyata kalau sering diulang jadi lebih mudah,\u201d ungkapnya. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9290,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9289"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9291,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9289\/revisions\/9291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9290"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}