{"id":9338,"date":"2026-04-27T23:08:23","date_gmt":"2026-04-27T16:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/?p=9338"},"modified":"2026-04-27T23:08:23","modified_gmt":"2026-04-27T16:08:23","slug":"semarak-kamis-pon-di-min-1-kulon-progo-nuansa-budaya-jawa-terasa-kental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/2026\/04\/27\/semarak-kamis-pon-di-min-1-kulon-progo-nuansa-budaya-jawa-terasa-kental\/","title":{"rendered":"Semarak Kamis Pon di MIN 1 Kulon Progo, Nuansa Budaya Jawa Terasa Kental"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kulon Progo <\/strong>\u2013 Suasana berbeda tampak di MIN 1 Kulon Progo pada Kamis Pon (16\/4\/2026). Sejak pagi lingkungan madrasah dipenuhi nuansa budaya Jawa dengan sentuhan khas gagrak Ngayogyakarta. Murid dan guru kompak mengenakan busana adat, mulai dari kebaya, jarik, hingga blangkon.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan Kamis Pon ini rutin digelar sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa sejak dini. Tidak hanya berpakaian adat, beberapa kelas juga mengisi hari dengan pembiasaan berbahasa Jawa serta pengenalan nilai-nilai budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kulonprogo.kemenag.go.id\/index\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260420-WA0009.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-136887\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Suasana belajar terasa lebih santai, tetapi tetap bermakna. Murid tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka hadir dengan busana adat dan terlihat percaya diri saat berinteraksi dengan teman maupun guru.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu murid kelas IV A, Fathiyyah Aysha Ailani mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. \u201cAku senang karena bisa pakai baju adat gagrak Ngayogyakarta. Rasanya seperti ikut acara budaya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kulonprogo.kemenag.go.id\/index\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260420-WA0010.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-136888\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Guru Bahasa Jawa, Al Fianita Fauziah, S.Pd. menilai pembiasaan seperti ini penting agar budaya tidak hanya dikenal. Tetapi juga dirasakan oleh murid. \u201cKalau dibiasakan sejak kecil anak-anak akan lebih mudah mencintai budaya Jawa,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan Kamis Pon madrasah berharap nilai-nilai budaya tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo \u2013 Suasana berbeda tampak di MIN 1 Kulon Progo pada Kamis Pon (16\/4\/2026). Sejak pagi lingkungan madrasah dipenuhi nuansa budaya Jawa dengan sentuhan khas gagrak Ngayogyakarta. Murid dan guru kompak mengenakan busana adat, mulai dari kebaya, jarik, hingga blangkon. Kegiatan Kamis Pon ini rutin digelar sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa sejak dini. Tidak hanya berpakaian adat, beberapa kelas juga mengisi hari dengan pembiasaan berbahasa Jawa serta pengenalan nilai-nilai budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Suasana belajar terasa lebih santai, tetapi tetap bermakna. Murid tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka hadir dengan busana adat dan terlihat percaya diri saat berinteraksi dengan teman maupun guru. Salah satu murid kelas IV A, Fathiyyah Aysha Ailani mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. \u201cAku senang karena bisa pakai baju adat gagrak Ngayogyakarta. Rasanya seperti ikut acara budaya,\u201d katanya. Guru Bahasa Jawa, Al Fianita Fauziah, S.Pd. menilai pembiasaan seperti ini penting agar budaya tidak hanya dikenal. Tetapi juga dirasakan oleh murid. \u201cKalau dibiasakan sejak kecil anak-anak akan lebih mudah mencintai budaya Jawa,\u201d ujarnya. Melalui kegiatan Kamis Pon madrasah berharap nilai-nilai budaya tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9339,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9340,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9338\/revisions\/9340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}