{"id":9426,"date":"2026-05-10T11:48:25","date_gmt":"2026-05-10T04:48:25","guid":{"rendered":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/?p=9426"},"modified":"2026-05-10T11:48:26","modified_gmt":"2026-05-10T04:48:26","slug":"min-1-kulon-progo-ajak-siswa-praktik-buat-rambu-lalu-lintas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/2026\/05\/10\/min-1-kulon-progo-ajak-siswa-praktik-buat-rambu-lalu-lintas\/","title":{"rendered":"MIN 1 Kulon Progo Ajak Siswa Praktik Buat Rambu Lalu Lintas"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kulon Progo <\/strong> \u2013 Siswa kelas III A MIN 1 Kulon Progo mengikuti kegiatan praktik membuat rambu-rambu lalu lintas pada Kamis (30\/4\/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru kelas, Dra. Atik Dwi Zuaningsih sebagai bagian dari pembelajaran yang dikemas lebih aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal, suasana kelas terlihat cukup ramai, tetapi tetap terarah. Siswa membawa perlengkapan sederhana seperti kertas, pensil warna, dan gunting. Mereka diminta membuat berbagai jenis rambu lalu lintas yang sering dijumpai di jalan. Mulai dari rambu larangan hingga peringatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Atik menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori. Tetapi juga mengenal fungsi rambu secara langsung. \u201cDengan praktik seperti ini, anak-anak menjadi lebih paham. Mereka tidak sekadar melihat gambar di buku. Tetapi mencoba membuat sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/kulonprogo.kemenag.go.id\/index\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260502-WA0007.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-140030\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Salah satu siswa, Ahla Urwatun Nafisah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. \u201cSeru sekali. Saya jadi tahu macam-macam rambu lalu lintas dan bisa membuatnya sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak serius sekaligus menikmati prosesnya. Hasil karya mereka kemudian dipresentasikan di depan kelas secara sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini MIN 1 Kulon Progo berharap siswa dapat lebih peduli terhadap keselamatan di jalan sejak dini. Selain itu pembelajaran praktik seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta pemahaman siswa secara lebih menyeluruh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo \u2013 Siswa kelas III A MIN 1 Kulon Progo mengikuti kegiatan praktik membuat rambu-rambu lalu lintas pada Kamis (30\/4\/2026). Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru kelas, Dra. Atik Dwi Zuaningsih sebagai bagian dari pembelajaran yang dikemas lebih aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sejak awal, suasana kelas terlihat cukup ramai, tetapi tetap terarah. Siswa membawa perlengkapan sederhana seperti kertas, pensil warna, dan gunting. Mereka diminta membuat berbagai jenis rambu lalu lintas yang sering dijumpai di jalan. Mulai dari rambu larangan hingga peringatan. Atik menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori. Tetapi juga mengenal fungsi rambu secara langsung. \u201cDengan praktik seperti ini, anak-anak menjadi lebih paham. Mereka tidak sekadar melihat gambar di buku. Tetapi mencoba membuat sendiri,\u201d ujarnya. Salah satu siswa, Ahla Urwatun Nafisah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. \u201cSeru sekali. Saya jadi tahu macam-macam rambu lalu lintas dan bisa membuatnya sendiri,\u201d katanya. Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak serius sekaligus menikmati prosesnya. Hasil karya mereka kemudian dipresentasikan di depan kelas secara sederhana. Melalui kegiatan ini MIN 1 Kulon Progo berharap siswa dapat lebih peduli terhadap keselamatan di jalan sejak dini. Selain itu pembelajaran praktik seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta pemahaman siswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9426"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9428,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9426\/revisions\/9428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/min1kulonprogo.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}